Rabu, 15 Juni 2022

Syarat Peminangan Dalam Islam

"Syarat-Syarat Peminangan dalam Islam"

    

Benda Adat Peminangan Gorontalo
Gambar: Benda Adat Gorontalo Peminangan

        Sebagian besar Ulama tidak menghukumi wajib terhadap peminangan, akan tetapi di dalam peminangan mengandung suatu akad (perjanjian) antara pihak calon mempelai laki-laki dan pihak calon mempelai perempuan, sehingga dalam melakukan peminangan harus melalui syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh syariat. Fiqh Islam telah menjelaskan mengenai syarat-syarat sahnya peminangan, yaitu:

1.   Syarat Lazimiah. [1]

1)  Perempuan yang akan dipinang tidak termasuk mahram dari laki-laki yang meminangnya, baik mahram nasab, mahram mushaharah, maupun mahram radla’ah (sepersusuan).

2)  Perempuan yang akan dipinang belum dipinang oleh laki-laki lain, kecuali laki-laki yang telah meminangnya telah melepaskan hak pinangannya atau memberikan izin untuk dipinang oleh orang lain.

3)  Perempuan yang akan dipinang tidak dalam keadaan ‘iddah.

Selain syarat yang ketiga ini masih ada beberapa ketentuan, yaitu: a) Perempuan yang dalam keadaan iddah raj’i, tidak boleh dipinang karena yang berhak merujuknya adalah bekas suaminya. b) Perempuan yang berada dalam masa iddah wafat boleh dipinang tetapi dengan sindiran. c) Perempuan dalam masa iddah bain sughra boleh dipinang oleh bekas suaminya. d) Perempuan dalam masa iddah bain kubra boleh dipinang oleh bekas suaminya, setelah perempuan itu kawin dengan laki-laki lain, didukhul dan diceraikan. [2]

2.   Syarat Mustahsinah

Maksud dari syarat mustahsinah disini adalah syarat tambahan yang apabila dipenuhi akan mendapat kebaikan dari perbuatan yang disyaratkan. Syarat mustahsinah tidak harus dipenuhi dalam peminangan, tetapi lebih bersifat anjuran kepada seorang laki-laki yang akan meminang seorang perempuan, agar rumah tangga yang akan dibangunnya berjalan dengan sebaik-baiknya.

Termasuk dalam syarat-syarat mustahsinah antara lain:

1)  Sejodoh (kafa’ah)

2)  Subur dan mempunyai kasih sayang

3) Masing-masing pihak hendaknya mengetahui keadaan jasmani dan budi pekerti dari keduanya, sehingga tidak timbul penyesalan di kemudian hari. [3]

Demikianlah syarat-syarat yang terdapat dalam peminangan, baik syarat yang bersifat umum maupun yang berupa anjuran.

[1]Syarat Lazimiah adalah syarat yang wajib dipenuhi sebelum peminangan dilakukan. Apabila syarat ini dilanggar maka dapat mengakibatkan batalnya khitbah yang telah dilakukan. Lihat: Hady Mufaat, h. 33.

[2]Ahmad Rofiq, Hukum Islam Di Indonesia, (Cet. III, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998), h. 65.

[3]Hady Mufaat, h. 33-34.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar